This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label viva. Show all posts
Showing posts with label viva. Show all posts

Tuesday, March 22, 2011

Viva news berita terbaru : Teror Bom Buku Merambah NTB


Tidak hanya Jakarta, teror bom juga terjadi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Paket kardus lengkap dengan surat ancaman ditemukan di depan pintu rumah milik Muhammad Nur warga Manggemaci Kota Bima.

Paket dus yang dibungkus plastik warna hitam dengan tulisan "kiriman dari Kantor Pusat Mataram" ditemukan pemilik rumah. "Yang menemukan paket itu anak saya. Paket berada tepat di depan pintu, karena curiga saya langsung hubungi polisi," kata Muhammad Nur kepada wartawan, Selasa 22 Maret 2011.

Tim Gegana Polres Bima langsung mendatangi lokasi. Setelah memeriksa paket tersebut, petugas Gegana menemukan petasan, minyak tanah dan sumbu dalam satu paket. Untuk menghindari korban jiwa, polisi langsung mensterilkan lokasi serta menjauhkan warga dari benda tersebut. Petugas juga meledakkan paket yang diduga berisi bom tersebut. Usai meledakkan paket, tim Gegana langsung membawa serpihan kotak tersebut ke Markas Brimob.

Kapolres Bima, Ajun Komisaris Besar Polisi, Kumbul KS, mengataka belum dapat memastikan apakah paket tersebut adalah rangkaian bom atau tidak. Menurutnya, polisi hingga saat ini masih menyelidiki kasus teror bom tersebut. "Belum ada dugaan ke sana. Kami masih melakukan pemeriksaan. Kami juga masih mendalami motif dibalik teror ini, termasuk memeriksa saksi-saksi," kata dia.

Teror Bom di Manggemaci Kota Bima merupakan peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Masyarakat sekitar mengaku khawatir dengan adanya teror bom yang kini tengah marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Sementara itu, untuk memantau wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebanyak 13 unit Closed Circuit Television (CCTV) disebar. "Dipasangnya CCTV di beberapa titik untuk mewaspadai sistem ketertiban keamanan serta mewaspadai aksi teror yang kian marak," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Yuda Gustawan Selasa, 22 Maret 2011.

Dia menuturkan, hal itu terkait peran penting Tanjung Perak sebagai pelabuhan internasional yang menghubungkan antarnegara dan pelabuhan intersulir penghubung antarpulau adalah pintu masuk utama semua barang dan manusia ke wilayah Jawa Timur melalui laut.

Selebihnya, kata Yuda, di tengah kepadatan aktivitas bukan tidak mungkin menimbulkan sejumlah ancaman. Termasuk, bahaya kecelakaan lalu lintas di laut. "Itu yang harus terus dipantau untuk dapat dilakukan penanganan," lanjutnya.

Termasuk untuk mengantisipasi adanya penyelundupan senjata rakitan dan senjata tajam. "Untuk bom, sampai hari ini belum ada dan mudah-mudahan tidak pernah ada," ujar Yuda.

Pemasangan CCTV sengaja dilakukan terpasang di sejumlah titik. Diantaranya di Terminal Jamrud, Mira, Berlian dan Kalimas. Lima titik lainnya dipasang untuk memantau kondisi sejumlah jalan protokol di Tanjung Perak.

"Di samping 13 CCTV, rencananya kami juga memasang empat CCTV tambahan. Yaitu Polsek Semampir dan Polsek Pabean Cantikan," lanjut Yuda.

viva news berita terbaru : Jepang Tsunami, Bagaimana Nasib Global Bond?

Pemerintah Indonesia optimistis penerbitan surat utang global (global bond) masih tetap berjalan sesuai jadwal, walaupun kondisi perekonomian Jepang saat ini tengah mengalami perlambatan. Selama ini, investor asal Jepang termasuk salah satu penyerap surat utang Indonesia.

"Ya, sekarang pasarnya lumayan, tapi kan kondisi Jepang ini membuat investor wait and see," kata Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa, 22 Maret 2011.

Untuk diketahui, pemerintah bakal menutup kekurangan pendanaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar Rp124,65 triliun melalui penerbitan tiga jenis surat utang negara. Selain global bond, Kemenkeu bakal menerbitkan sukuk global dan Samurai Bond. Kementerian Keuangan telah menunjuk tiga perusahaan sekuritas asing yang akan menjadi penjamin emisi (underwriter) penerbitan surat utang global pemerintah Indonesia pada 2011. Tiga perusahaan sekuritas itu adalah JP Morgan, UBS, dan Deutsche Bank.

Menurut Bambang, tingkat imbal hasil (yeild) dari surat utang saat ini memang sedang menarik. Namun, pemerintah juga perlu memperhatikan faktor kemampuan penyerapan dari investor yang saat ini tengah disibukkan dengan sentimen negatif tsunami dan kekhawatiran radiasi nuklir di Jepang.

"Kami tidak mungkin mau masuk ke pasar dengan kondisi yang sedang bearish," katanya.

Disinggung mengenai rencana pemerintah Filipina yang tetap menerbitkan global bond senilai US$1,5 miliar, Bambang menyatakan Indonesia memiliki pangsa pasar sendiri dalam hal penyerapan surat utang global. Pemerintah tidak merasa khawatir terhadap adanya persaingan memperebutkan investor luar negeri.

"Kita kan punya pasar sendiri. Lagipula Jepang kan turun rating-nya. Kita justru dalam kondisi naik," jelas Bambang.

Dia menambahkan, keputusan Filipina tersebut juga lebih karena kondisi anggaran negaranya yang tengah berada dalam tekanan, sehingga harus segera menerbitkan surat utang. "Mereka harus segera mengeluarkan surat utang, kalau tidak budget-nya akan bleeding," ujar Bambang.

Sebelumnya, Kemenkeu juga sudah menggelar non deal roadshow untuk mengetahui kondisi pasar terkait rencana penerbitan global bond. Tiga negara yang dijadikan rujukan untuk menilai persepsi pasar adalah Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat.