This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Gosip. Show all posts
Showing posts with label Gosip. Show all posts

Tuesday, March 22, 2011

Arti Sahabat Sinetron Terbaru 2011


Arti Sahabat adalah salah satu sinetron yang mungkin paling pupuler saat ini di Indonesia. Arti Sahabat sendiri merupakan sebuah sinetron yang tayang di stasion televisi Indosiar.

Jadwal tayang Arti Sahabat Indosiar ini sendiri adalah mulai dari hari Senin hingga Jumat pukul 16:57 sampai 18:14 WIB, dan priode tayangnya sendiri sudah cukup berlangsung lama, yaitu semenjak 7 Juli 2010 yang lalu.

Adapun para pemain sinetron Arti Sahabat terdiri dari:

Stefan William sbg Yudha,
Yuki Kato sbg Ajeng,
Kevin Julio sbg Fathir,
Cut Meyriska sbg Vita,
Nina Zatulini sbg Angel,
Elscant Wifesa sbg Vino,
Stuart Collin sbg Rangga,
Ibrahim Alktiri sbg Baim,
Esa Sigit sbg Marco,
Rizky Treeji sbg Mike,
Joshua Otay sbg Nakula,
Syaiful Ahyar sbg Aldo,
Veby Palwinta sbg Karina,
Nadya Almira sbg Lisa,
Voke Victoria sbg Vanessa
Uli Auliani sbg Bu Amanda (pelatih cheers)
Marcello Djorghie sbg (papanya yudha),
Marcellino Lefrandt sbg Sukmo Agung (papanya vita),
Diah Permatasari sbg Natasha (mamanya angel),
Dian Nitami sbg (mamanya fathir),
Eksanti sbg (tantenya ajeng),
Christabelle Grace Marbun sbg Abel,
Nizam sbg Nizam.

Arti Sahabat juga merupakan salah satu sinetron paling fenomenal saat ini. Dimana dimedia internet sinetron ini juga memiliki halaman pages di facebook, dimana pada halaman pages itu sendiri sejauh ini telah memiliki penggemar lebih dari 500.000 orang.

O..Iya bagi kamu yang pengen lebih mengenal tentang para pemain sinetron ini, khususnya pemain intinya seperti Stefan William dan Cut Meyriska, maka kamu juga dapat melihat foto mereka selengkapnya pada postingan mengenai Foto Arti Sahabat yang sudah diposting diblog ini semenjak beberapa bulan yang lalu.

Monday, March 14, 2011

Uang Syamsul Arifin Mengalir dari Keluarga hingga DPRD


Ternyata uang hasil dugaan korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Sumatra Utara Syamsul Ariffin tidak dinikmati olehnya sendiri. Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) uang tersebut diduga didistribusikannya mulai dari keluarga hingga kalangan anggota DPRD.

Hal tersebut terungkap dalam pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (14/3).

"Terdakwa seolah-olah uang kas daerah tersebut adalah milik pribadi terdakwa, yang dapat merugikan keuangan negara yaitu Pemerintah Kabupaten Langkat sejumlah Rp 98,71 miliar," kata jaksa Catharina Muliana.

Menurut Chatarina, Syamsul menggunakan dana APBD untuk keperluan pribadi dan keluarganya dengan cara menerbitkan Surat Perintah Membayar Uang (SPMU) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SPPD) yang tidak sesuai ketentuan. Setiap tahunnya mulai dari keluarga, kolega hingga DPRD Langkat turut menikmati aliran dana ini.

Tahun 2000 misalnya, APBD Langkat dikeluarkan hingga Rp 3,26 miliar. Sebanyak Rp 1,77 miliar digunakan untuk istri Syamsul (Fatimah Habibi), anak Aisia Amira dan Beby Ardiana), adik, keponakan maupun ibunda.

"Sedangkan Rp 1,49 miliar, mengalir ke pihak lain seperti Ketua dan anggota DPRD Langkat, Muspida, BPK, KNPI, dan wartawan," paparnya.

Hal serupa juga terjadi pada tahun 2001. Sebanyak Rp 7,71 miliar dana APBD Langkat digelontorkan untuk berbagai keperluan. Di antaranya, Rp 2,8 miliar untuk keluarga Syamsul. Sedangkan Rp 4,8 miliar mengalir ke pihak lain seperti Ketua dan anggota DPRD Langkat, BPK, BPKP, KNPI, wartawan, dan Ignatius Moelyono, mantan Dandim yang kini menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.

Pemberian itu terus terjadi hingga tahun 2007. Dana APBD Langkat yang digunakan untuk kepentingan pribadi antara lain sebesar Rp4,67 miliar tahun 2002, Rp10,04 miliar pada tahun 2003, Rp7,8 miliar pada 2004, Rp4,7 miliar pada 2005, Rp5,5 miliar pada 2006 dan Rp6,87 miliar pada tahun 2007.

Tak hanya itu saja Syamsul juga memerintahkan dilakukannya pengeluaran uang kas daerah melalui pengambilan kas bon selama tahun 2005-2007. Uang tersebut pun kembali digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadi dan beberapa koleganya dengan dalih pemberian fee proyek dan dana bantuan rapat panitia legislatif.

Kemudian untuk menutup pengeluaran tersebut Syamsul kembali memerintahkan anak buahnya melakukan pemotongan anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Langkat yaitu masing-masing 10 persen. Pemotongan anggaran SKPD dilakukan pada tahun 2006-2007, dengan jumlah Rp12,266 miliar yang berasal dari 35 SKPD.

Atas perbuatannya itu, Syamsul didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menurut jaksa, ia telah menyalahgunakan wewenangnya dengan memerintahkan anak buahnya untuk mencairkan dana APBD Kabupaten Langkat untuk memperkaya diri sendiri dan beberapa pihak lain.

Rahma Azhari 'Gampar' Model Nani

Jakarta - Aktris Rahma Azhari kembali harus berurusan dengan hukum lantaran menampar seorang model di diskotek DF, Kamis (10/3) pagi. Akibat ulahnya itu, Rahma kini terancam tiga bulan penjara.

Tindakan Rahma Azhari menganiaya seorang model bernama Nani Apriliani Darham, akan dijerat dengan pasal penganiayaan ringan sebagaimana dalam laporan nomor TBL/868/III/2011/PMJ/ditreskrimum.

“Sudah buat laporan ke polisi dengan pasal 352 tentang penganiayaan ringan. Bisa dilihat sendiri akibatnya. Sekarang sudah masuk ke kepolisian, tinggal manggil para terlapor ini. Kita lihat saja,” ungkap kuasa hukum Nani Apriliani Darham, M. Fathir Edison sambil menunjukkan bekas di lutut kiri dan luka lebam di mata sebelah kiri.

Setelah peristiwa itu, Rahma sempat mem-posting pesan amarahnya pada akun Twitter pribadinya, "Yo.. I am the victim here!!! fyi I am not scared at all cause I KNOW I AM SO DAMN RIGHT!!!

Nani Aprillia Darham, seorang model yang dianiaya Rahma Azhari, akhirnya buka suara. Ia menduga Rahma tengah mabuk saat menendang dan menamparnya.

"Aku nggak tahu apa-apa, masih di dalam klab. Saya dapat telepon Benita (teman Nani) disuruh keluar. Pas aku keluar, ini kenapa, ini kenapa. tiba-tiba Rahma langsung nampar saya habis itu dia nendang saya sampai jatuh. Saya tidak tahu kenapa dia tiba-tiba begitu," ungkap Nani saat dijumpai di jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).

Kejadian yang dialami Nani Kamis (10/3) pukul 04.00 WIB dini hari itu membuatnya syok. Merasa tak punya masalah tetapi tiba-tiba dianiaya, Nani bersama temannya Benita pun langsung melapor kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.

"Saya kaget, ya sudah dari itu saya langsung ke Polda," ujarnya.

Penganiayaan Rahma Azhari terhadap Nani Aprillia Darham diduga faktor cemburu. Pasalnya saat kejadian Nani bersama seorang pria yang dikenal Rahma.

Saat kejadian di sebuah klab malam di kawasan Jalan Gatot Soebroto, Kamis (10/3) dini hari, Nani datang ditemani James, kekasihnya. Rupanya Rahma kenal dengan James dan setelah itulah terjadi penganiayaan.

"Dia itu (James) pacar saya sudah setahun, tapi kenal sama Rahma dan Sarah. James bareng sama saya ke klab itu. Pas kita datang, Rahma sudah ada di sana. Setelah itu ada pembicaraan James dengan Rahma, tapi saya nggak tahu ngomongin apa," ujar Nani saat dijumpai di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).

Namun masih menurut Nani, saat di luar klab tiba-tiba Rahma mengolok-olok James dan teman Benita (teman Nani) hal itulah yang memicu keributan dan terjadi penganiayaan.

"Rahma itu bilang 'James is nothing, James is nothing'. Kemudian setelah itu terjadi penganiayaan, saya kaget. Mau kejar tapi dia sudah masuk ke dalam mobil dan tancap gas," terang Nani.

Dukungan kepedulian untuk Nani pun mengalir pada akun twitter pribadinya. Seperti @DanielTopan yang menulis, "Don't worry baby doll everything is gonna be ok tuhan itu adil".

Atau @Nggyna yang menulis, "She messed up with you? oh mannnn, that Bitch! Revenge is the sweetest gift! Haha. Be well ya beb".

Pada November 2008 lalu, nama Rahma sempat mencuat ke publik akibat beredarnya foto-foto telanjangnya bersama sang kakak, Sarah Azhari di internet. Sampai saat ini, kasusnya masih diperiksa pihak yang berwajib.

Rahma dan Sarah yang merasa dirugikan, kemudian melaporkan Roy Suryo ke polisi dengan dugaan pencemaran nama baik.

Detik News - Tidak ada hollywood masih ada mak lampir wood

Jakarta - Dengan beredarnya surat Dirjen Pajak tanggal 10 Januari 2011 membuat MPAA mengancam tidak akan memasukan film produksi Hollywood ke Indonesia. MPAA mengancam yang demikian bisa jadi aturan itu akan menjadi beban keuangan mereka atau mengurangi keuntungan yang diperoleh selama ini.

Bila ancaman itu benar-benar dilakukan, bisa jadi tidak akan ada lagi film-film asing yang diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Tentu saja hal ini selain mematikan bioskop yang ada, juga membuat usaha mall dan kantin yang menjadi usaha penyangga bioskop juga akan mengalami kerugian.

Selama ini dari jam ke jam pertunjukan bioskop-bioskop itu didominasi oleh film-film impor. Lihat saja dari perbandingan film nasional dan film impor di tahun 2009, film nasional 78 judul sementara film impor 204 judul. Pada tahun 2010, film nasional 77 judul, sangat jauh angkanya dengan film impor sebanyak 192 judul.

Tidak hadirnya film-film asing ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi produsen film Indonesia untuk mengisi kekosongan itu. Peluang itu semakin lebar ketika Menteri Pariwisata dan Budaya Jero Wacik mengatakan sesuai dengan UU No 33/2009 bahwa bioskop harus memutar film nasional dengan persentase sebesar 60%.

Menjadi pertanyaan sejauh mana produsen film Indonesia bisa memenuhi selera para konsumen film di Indonesia? Ketika masyarakat semakin cerdas tentu film yang diinginkan semakin bermutu. Memang ada beberapa produser dan sutradara di Indonesia yang mampu memenuhi selera konsumen film Indonesia. Para produser dan sutradara itu mampu membuat film-film yang mampu menarik hingga jutaan masyarakat untuk datang ke bioskop dan melihat film-film dalam negeri. Film-film itu seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan beberapa film lainnya.

Namun persentase produser dan sutradara pembuat film bermutu itu tidak banyak. Justru saat ini yang banyak dari produser dan sutradara film di Indonesia adalah mereka yang membuat film 'nggak karuan.' Akibatnya selain menodai film bermutu, juga mendapat penolakan dari masyarakat.

Sekelompok produser dan sutradara pembuat film nggak karuan itu memanfaatkan kepentingan sesaat dan hanya ingin meraih keuntungan semata. Untuk mencapai hal tersebut mereka sudi mendatangkan bintang-bintang film porno dari Jepang dan Amerika Serikat untuk bermain film di Indonesia. Akibatnya film itu hanya menampilkan kemolekan tubuh pemain tanpa ada muatan yang berarti dalam alur ceritanya.

Pertama kali bintang porno yang bermain di film produksi Indonesia adalah Miyabi atau Maria Ozawa. Kemudian disusul oleh Leah Yuzuki, Tera Patrick, dan Rin Sakuragi. Mereka secara leluasa bebas shooting di Jakarta dan sekitarnya untuk pembuatan sebuah film.

Adanya film yang tidak bermutu dan nggak karuan ini mengapa Kementerian Pariwisata dan Budaya tidak melakukan seleksi atau bertindak tegas? Tidak tegasnya pemerintah itulah membuat produksi film dengan melibatkan bintang porno akan terus mengalir. Dan akibatnya akan semakin memperpuruk film dalam negeri semakin ke dalam. Kalau kita belajar pada pengalaman masa lalu, pada tahun 1980-an, bangkrutnya film dalam negeri, selain maraknya budaya televisi juga maraknya film-film yang tidak berkualitas. Hal inilah yang menyebabkan runtuhnya produksi film Indonesia ketika itu.

Dalam sebuah kesempatan, Garin Nugroho menilai film-film Indonesia saat ini terlalu meremehkan penonton dengan dibuat dan dikemas seadanya sehingga membuat penonton bosan. Akibat dari itu membuat perfilman Indonesia lesu, sebab proses pembuatannya kebanyakan dilalui secara instan.

Produksi film nasional yang nggak karuan itu selain membuat masyarakat enggan menonton film dalam negeri, juga ditentang oleh masyarakat sendiri. Misalnya ketika film Miyabi yang pertama beredar, di sebuah situs, diberitakan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang menolak pemutaran film Menculik Miyabi. NU mengajak semua elemen masyarakat di Malang Raya untuk menolak pemutaran film tersebut di bioskop-bioskop di Malang. Alasannya film itu secara tidak langsung akan mempengaruhi generasi muda.

Tidak hanya Film Miyabi yang ditolak, Film Arwah Goyang Kerawang yang dibintangi oleh Juliar Perez dan Dewi Persik, juga mengalami hal yang sama, yakni ditentang masyarakat. Film itu oleh masyarakat Karawang, Jawa Barat, diprotes sebab film itu menghina warga Karawang dan hanya akan menimbulkan citra jelek Kabupaten Karawang. Dulu Aa Gym juga pernah memprotes film dengan judul Buruan Cium Gue.

Produksi film dalam negeri tidak hanya didominasi dengan film-film yang hanya menonjolkan paha dan dada, namun juga menayangkan film horor yang di luar logis yang ada. Ketika kehabisan judul dan bahan cerita, mereka membuat judul yang aneh-aneh, seperti Pocong Ngesot. Menjadi pertanyaan sejak kapan pocong jalannya ngesot?

Tak hanya Pocong Ngesot yang terasa lucu judulnya, ada beberapa film horor Indonesia yang judulnya tidak logis sehingga membuat kita tertawa lucu dan mengejek, seperti Pocong VS Kuntilanak, Hantu Binal Jembatan Semanggi, Darah Janda Kalong Wewe Nafsu Pocong, Hantu Jamu Gendong, Suster Keramas, Hantu Puncak Datang Bulan. Banyaknya film-film yang peran utamanya pocong, kuntilanak, dan setan lainnya itu layak kalau produsen film di Indonesia disebut Pocongwood.

Untuk menciptakan film bermutu dan melahirkan sutradara bermutu di Indonesia memang tidak mudah. Selain mereka direcoki sutradara dan produser yang nggak karuan, diantara pihak-pihak yang mengawasi dan memantau film-film di Indonesia pun suka cekcok. Lihat saja adanya perselisihan Komite FFI (Festival Film Indonesia) terkait keanggotaan dewan juri FFI 2010. Dari imbas tersebut siapa sesungguhnya yang berhak menyandang pemenang menjadi kabur, dewan juri yang satu memenangkan memilih Alangkah Lucunya Negeri Ini dan 3 hati 2 Dunia 1 Cinta menjadi primadona. Sementara dewan juri yang lain memenangkan Sang Pencerah.

Perselisihan itu tentu akan mengganggu kenyamanan pembuat film bermutu, sebab di antara mereka bisa saling mencibir dan memuji diri mereka sendiri. Mereka mencibir film yang dimenangkan dewan juri yang satunya dan memuji film yang dibuatnya sebagai film yang paling berhak menjadi film terbaik.

Dengan kemungkinan tak adanya film Hollywood masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia tidak ada pilihan lagi untuk menonton film yang bermutu, sehingga dengan terpaksa atau tidak harus menonton film dalam negeri yang kebanyakan berbau porno dan mistik.
*) Ardi Winangun adalah pengurus Presidium Nasional Masika ICMI, tinggal di Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.
(vit/vit)