This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Monday, March 14, 2011

Pembunuh Bantai Satu Keluarga


Probolinggo: Pembunuhan sadis kembali terjadi di Probolinggo, Jawa Timur. Satu keluarga yang bertempat tinggal di Jalan Panglima Sudirman, Probolinggo, dibantai, Ahad (20/02) pagi. Di rumah yang juga berfungsi sebagai toko tersebut, para korban ditemukan tewas di atas ranjang dengan sejumlah luka bacokan di tubuh mereka.

Korban adalah pemilik Toko Pusaka Jaya, Sri Murni (75 tahun), Mulyani (50), Yuli (28) dan Fredy (24). Jasad mereka kini berada di Rumah Sakit Umum Mohamad Soleh Probolinggo untuk diotopsi. Siti, pembantu korban yang baru dua bulan bekerja selamat dari pembantaian. Siti sempat disekap dalam kamar tidurnya dengan posisi terikat dan dibekap mulutnya. Siti sendiri kini diamankan di Mapolres Probolinggo Kota untuk dimintai keterangan.

Peristiwa pembantaian ini diketahui saat beberapa konsumen hendak membeli barang di toko itu. Mereka melihat pintu toko terbuka dan tak seorang pun yang keluar untuk melayani mereka. Karena curiga beberapa orang warga sekitar dan sejumlah pelanggan masuk mencari pemilik toko. Di dalam rumah, mereka menemukan tubuh para penghuni rumah yang sudah tak bernyawa.

Dari penyelidikan sementara, pelaku yang diduga lebih dari seorang itu masuk ke dalam toko milik korban dari atap rumah. Mereka turun menggunakan seutas tali tambang yang diikat pada kayu rusuk bangunan. Polisi juga menemukan barang bukti berupa dua bilah celurit yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh para korban.

Sampai saat ini polisi masih menyelidiki motif dan pelaku pembunuhan sadis tersebut. Dugaan sementara, dendam menjadi motif pembantaian ini.(

Kenalan di "Facebook", Pelajar SMP Diperkosa


Jambi: Seorang pelajar SMP di Kota Jambi menjadi korban perkosaan oleh seorang pelajar SMA berinisial AZ (18), setelah berkenalan lewat jejaring sosial Facebook. Kasus perkosaan anak di bawah umur tersebut kini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jambi, demikian jurubicara Polda Jambi AKBP Almansyah di Jambi, Sabtu (26/2).

Perbuatan tak bermoral tersebut terungkap setelah korban, sebut saja Bunga, dan kedua orang tuanya melaporkan kasus tersebut ke Polda Jambi pada Rabu lalu. Tersangka AZ setelah dilaporkan pihak keluarga langsung ditangkap polisi di kediamannya.

Terungkapkanya kasus ini berawal dari berkenalan korban dengan pelaku lewat jejaring sosial pada Senin, 21 Februari lalu, di warung internet. Setelah mereka saling kenal dan bertukaran nomor telepon, keduanya berjanji untuk bertemu kembali.

Setelah keduanya bertemu di tempat yang disepakati, pelaku mengajak korban pergi jalan-jalan menggunakan sepeda motor ke arah Aurduri, Kota Jambi, sekitar pukul 21.30 WIB. Sesampainya di tempat kejadian, tepatnya di kebun sawit, pelaku melakukan perbuatan bejatnya. Setelah melampiaskan nafsunya, korban diantar pulang oleh pelaku dan di rumah korban mengaku kepada orangtuanya telah diperkosa.

Hasil visum rumah sakit menyebutkan bahwa korban yang baru berusia 15 tahun telah diperkosa. Hasil pemeriksaan penyidik uniT PPA Polda Jambi, AZ mengakui sudah merencanakan perbuatannya dan perbuatan tersebut dilakukan setelah pelaku sering menonton film porno lewat internet.(

Cegah Bentrok Susulan, 600 Polisi Jaga Makam Cikini

Ratusan petugas polisi dari Kepolisian Resor Jakarta Pusat saat ini berjaga di kawasan kompleks makam Cikini menyusul pecahnya bentrok di kawasan makam tersebut siang tadi.

"Untuk mencegah terjadinya bentrok susulan, malam ini kami siagakan 600 petugas di sana," ujar Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin, Senin (14/3).

Siang tadi dua kelompok massa bentrok di kawasan makam tersebut. Massa sudah terlihat berkumpul sejak pukul 13.00 WIB. "Mereka dari kubu ahli waris atau penjaga makam dan kubu pengembang," katanya.

Puluhan orang dari kedua kubu saling serang dengan menggunakan berbagai senjata tajam hingga batu. Akibatnya lima orang yang terdiri dari dua orang penjaga makam dan tiga orang dari kubu pengembang terluka. "Mereka dirawat di Rumah Sakit Cikini dan di RSCM," lanjut Hamidin.

Kejadian tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kejadian tersendat. Namun saat ini kondisi makam yang berada tidak jauh dari Hotel Sofyan, Cikini itu sudah mulai kondusif. "Kami sudah mediasi kedua kubu dan meminta mereka untuk menahan diri," kata Hamidin.

Polisi juga melakukan penyisiran di sekitar area pemakaman. Hasilnya petugas menemukan berbagai senjata yang dibuang usai bentrok, mulai dari linggis hingga samurai.

Menurut Hamidin, bentrokan tersebut dipicu sengketa lahan antara ahli waris makam dan pengembang. Pihak pengembang ini memindah atau menggeser makam ke belakang untuk selanjutnya akan dibuatkan sejumlah fasilitas ibadah seperti musala. Namun pihak ahli waris menolak.

Selanjutnya siang tadi tiba-tiba pecah bentrok antara kedua kelompok tersebut. Polisi hingga saat ini masih menyelidiki siapa yang mengawali bentrok atau menyerang. "Kami tidak akan ikut campur soal sengketa lahan tersebut, kami hanya akan mengusut tindak kriminalnya saja karena ada orang yang terluka dalam bentrok tersebut," katanya.

Namun hingga sekarang polisi masih belum menetapkan tersangka dalam bentrokan itu.